Erina Pengen Jadi Dokter apa Doktor?
Setiap malam Erina selalu belajar lho .. meskipun belum masuk Play Group, Erina sudah ingin menyiapkan diri dengan mempelajari bahan-bahan pelajaran nanti. Salah satunya adalah mempelajari Digital Signal Processing di dalam buku karangan John G. Proakis dan Dimitris G. Manolakis. Wah .. bukunya tebal sekali! Erina lihat gambar di sampulnya saja dulu dech ya..

:: Lho .. Erina pengen jadi dokter seperti Bunda Beti apa doktor seperti Ayah Bandung nih? Kalau belajar itu untuk jadi Bu Doktor! ::
Add comment Juni 26, 2009
Erina dan Ayah pada Hari Minggu
Hari Minggu lalu, Erina dan ayah bermain di belakang rumah. Meski siang hari namun sangat teduh karena ada pohon mangga besar di sana. Jadi setelah makan siang, Erina dan ayah pergi ke belakang rumah. Selain bermain, Erina juga menikmati suasana jalan bojongkoneng atas.

:: Seperti Dora, Erina juga membawa selotip untuk menambal apa saja ::

:: Itu apa Ayah? ::
Add comment Juni 1, 2009
Selamat Ulang Tahun Ibunda Beti
Selamat ulang tahun Ibunda Beti, semoga panjang umur dan cantik selalu ya. Doa Erina untuk Ibunda. “I love you”.

Add comment Mei 28, 2009
Ibu Membelikan Erina Lemari untuk Mainan
Hari ini ibu membelikan Erina lemari untuk semua mainan Erina. Erina membantu ayah untuk merakit lemari tersebut. Ayah yang mempersiapkan sekrup-sekrup yang diperlukan, dan Erina yang memasang dan mengencangkannya. Ternyata merakit lemari mudah sekali.

Wah .. ternyata banyak sekali sekrup-sekrup yang harus dipasang. Erina memerlukan bantuan tongkat ajaib untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Kalau Erina sendiri tentu akan sangat lama. Lihat ada puluhan sekrup yang harus dipasang.

Akhirnya selesai juga pekerjaan merakit lemari. Sebelum digunakan lemari ini harus dicoba dulu apakah sudah betul-betul kuat atau belum. Erina pun mencoba masuk ke dalam lemari tersebut. Hem .. lumayan sudah kuat. Tapi koq seperti ada yang kurang ya. Erina harus tahu di bagian mana kurangnya.

Oh ternyata di bagian pintu ini. Pintu ini seperti belum kuat benar sekrupannya. Mungkin tongkat ajaibnya tidak cukup kuat di dalam penyelesaiannya. Ya sudah, Erina saja yang mengencangkan sekrupnya. Sudah selesai sekarang. Dan lemari pun bisa digunakan untuk menyimpan semua mainan Erina. Terima kasih Ibu.

1 comment Maret 15, 2009
Layang-Layang Buatan Ayah
Halo semua .. Erina punya kabar terbaru. Erina sering melihat anak-anak lain bermain layang-layang. Erina senang sekali melihat permainan layang-layang. Kata ayah, waktu kecil ayah juga suka main layang-layang di sawah.
Ternyata layang-layang bisa dibuat sendiri. Ayah pun membuatkannya untuk Erina. Wah .. ternyata cepat sekali membuat layang-layang. Hanya dibutuhkan dua buah lidi, benang, kertas, gunting dan lem, juga spidol untuk menghias layang-layang. Terima kasih ya ayah.

:: Erina memperlihatkan layang-layang barunya ::
Add comment Maret 14, 2009
Malam Minggu yang Panjang
Malam Minggu kali ini terasa cukup panjang bagi Erina. Sejak pukul 5 sore kurang, Erina sudah meninggalkan rumah untuk pergi ke dokter Sandjaja di Jalan Rajiman Bandung. Di sana Erina banyak bermain dan mendapatkan imunisasi Typhim Vi.
Dari dokter, Erina pergi ke Istana Plaza di Jalan Pasir Kaliki, yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari tempat Erina diimunisasi. Di Istana Plaza Erina banyak bermain di Bamby Land. Erina mencoba berbagai permainan yang disediakan di sana. Sebelum pulang, Erina masih mampir ke Gramedia di lantai teratas Istana Plaza untuk melihat-lihat buku.
Dari Istana Plaza, Erina pergi ke Pandu. Erina makan sate ayam favorit Erina di sana. Putar-putar di daerah Pandu, tempat tinggal dua tahun pertama Erina. Juga menyusuri jalan kenangan, yaitu Gang Pandu Dalam I, meski tidak bertemu dengan siapa pun di sana karena memang sudah malam.
Dari Pandu, Erina pun pulang. Karena jam masih menunjukkan pukul 20.15 ketika sampai di daerah Gasibu Bandung, ayah dan ibu mengajak belanja sedikit keperluan di Giant Supermarket di Pahlawan. Sebetulnya untuk memperpanjang waktu di jalan, supaya pas jam 9 malam sampai di rumah dan Erina telah tertidur sebelum sampai rumah. Setengah jam Erina di supermarket, naik troli sambil maem chiki balls.
Benar saja, mendekati rumah Erina pun sudah tertidur di atas motor. Selamat malam semuanya, Erina sudah capek sekali dan pengen bobo sampai besok pagi dan Erina akan ucapkan “Selamat pagi Hari Minggu”.
Add comment Februari 2, 2009
Maem Sate Ayam dan Bernostalgia di Pandu
Setelah bermain di Bamby Land Istana Plaza, Erina diajak ayah ibu mampir beli sate ayam Pandu favorit Erina ketika masih tinggal di Pandu. Wah .. rasanya sudah lama Erina tidak maem sate Pandu. Setelah menyisir jalan yang tidak asing yaitu Jalan Pamoyanan, jalan tembus dari Istana Plaza ke Pandu, kami pun mendapati warung sate yang ramai pengunjung.
Tidak lama setelah memesan, sate ayam yang masih panas pun datang. Wah .. sangat menggugah selera. Apalagi ini sate ayam yang menurut Erina paling maknyus di Bandung. Erina pun melahapnya dan sangat menikmati. Enak sekali. Karena warung sate penuh pengunjung, Erina pun memilih duduk di bawah pohon besar depan warung yaitu tempat Pak Jack jualan koran dan majalah pada siang hari.
Habis beberapa tusuk sate dan lontong Erina pun kenyang. Agenda berikutnya pulang dech. Sambil bernostalgia di daerah Pandu tempat Erin selama dua tahun pertama tinggal, Erina mampir depan pabrik air mineral. Erina pengen lihat gajah di atas gedung yang biasa Erina lihat ketika ayah menyuapi maem Erina setiap hari Minggu. “Gajah lagi apa dik Erin?”, tanya ayah. “Gajah gi bobo”, kata Erina mantap.
Kami pun menyusuri Gang Pandu Dalam I. Sepi sekali malam Minggu ini, padahal jam baru menunjukkan pukul 8 malam lho. Rumah Simbah Parman yang juga ditinggali Pakdhe Eri, Budhe Ida, dan Mas Irfan sepi sekali. Tadi sempat lihat Pakdhe Yana di gardu jaga.
Rumah berikutnya, yaitu rumah Tante Alis, Om Kris, dan Ci Keren terlihat juga sepi. Rumah Simbah Saliman juga sepi. Pak Ato, Pak Pung, dan Mba Tati sudah di dalam rumah. Erina seperti masih ingat rumah bercat hijau yang pernah ditinggali Erina dulu. Rumah Pakdhe dan Budhe RT sepi. Lewat depan Dik Carlos juga sepi. Erina sempat panggil panggil “Dik Ca’los …”. Rumah berikutnya adalah rumah Dik Kayla, sepi juga. Mungkin Opa Frans, Oma Titik, dan Tante Sisca sudah bobo ya. Rumah Oma Lydia juga sepi.
Di bagian bawah dari Gang Pandu Dalam, Erina juga tidak bertemu siapa-siapa. Erina sempat melihat Pak Sadiman sedang keluar rumah. Juga melihat Dik Aldi yang sedang menonton televisi bersama eyangnya, Pak Diran dan Bu Tatik.
Lain kali Erina akan maen lagi pada siang hari, supaya Erina bertemu dengan mereka-mereka lagi seperti dulu. Dadagh dulu Pandu, Erina mau pulang ke rumah Erina yang baru.
Add comment Februari 2, 2009
Bermain di Bamby Land Istana Plaza (IP) Bandung
Setelah mendapatkan imunisasi Typhim Vi di dokter Sandjaja, dan mumpung berada tidak jauh dari Istana Plaza, kami pun menyempatkan diri untuk jalan-jalan di Istana Plaza. Tempat yang kami tuju adalah arena bermain anak-anak, Bamby Land.
Berbekal pengalaman minggu lalu di Kota Fantasi Bandung Supermal di mana Erina sudah mulai berani bermain, kami pun berharap Erina mulai bisa menikmati permainan yang ada di Bamby Land. Sewaktu kami masih tinggal di Pandu, Erina sering kami ajak ke sana namun selalu takut untuk mencoba mainan yang ada.
Mendekati arena bermain Erina berteriak histeris, senang sekali melihat aneka permainan yang ada. Erina naik boneka kuda dan bimbi, naik kereta mini, naik kereta angsa, dan beberepa lagi yang lain. Erina paling suka naik kereta angsa, lebih dari lima kali start dech yang setiap startnya berputar 3 kali. Hem .. sayang ayah tidak membawa kamera, sehingga Erina tidak memiliki foto-fotonya.
Setelah cukup bermain, Erina mampir sebentar di Gramedia. Erina melihat-lihat buku di sana. Erina membuka-buka buku Dora sang petualang. Setelah dirasa cukup, Erina pun diajak ayah dan ibu meninggalkan Istana Plaza. Sebelum pulang, kami ingin mampir ke Pandu beli sate ayam favorit Erina ketika masih tinggal di Pandu. Dadagh Istana Plaza.
Add comment Februari 2, 2009
Erina Imunisasi Typhim Pi
Sabtu sore ini Erina bersama ayah dan ibu pergi ke praktek dokter Sandjaya di Jalan Rajiman Bandung untuk mendapatkan imunisasi Typa/Typhim Vi yaitu pencegahan terhadap penyakit Typhus dan paratyphus (Tipes perut). Sedianya, Erina dibawa ke dokter kemarin sore. Namun karena cuaca yang tidak mendukung, kami pun menundanya hingga terlaksana sore hari ini.
Tiba di dokter jam menunjukkan pukul 17.10. Panggilan terakhir adalah nomor 9, sementara Erina mendapat nomor antrian 25. Seperti setiap datang ke dokter, Erina selalu tertarik dengan aneka balon yang dijajakan di sana. “Balon .. balon ..”, Erina sambil menunjuk balon di ujung sana. Sepertinya Erina sudah mengoleksi hampir semua balon yang ada di sana dech. Akhirnya setelah merayu ibu pun, Erina mendapatkan satu balon boneka anak-anak. Jadi punya dua dech dengan yang ada di rumah.
Setelah menunggu beberapa lama di toko Kerota yang terletak di samping tempat praktek, Erina pun mendapat panggilan. Rupanya Erina sudah sangat hafal dengan tempat di mana Erina sering mendapatkan suntikan imunisasi. “Ga ga mau diuntik”, Erina mulai takut. Tidak beberapa lama di dalam ruang periksa, Erina pun menangis minta keluar.
Begitu dibaringkan di tempat tidur anak, tangisan menjadi sedikit mereda. Apalagi dokter mencoba untuk menghiburnya. Ketika dokter minta mulut dibuka “Ha .. coba”, Erina pun membuka mulutnya. Wah pinter dech Erina. Berlangsung cukup cepat, dokter pun sudah menyuntikkan imunisasi Typhim Vi.
Tidak seperti sebelum-sebelumnya ketika sehabis disuntik Erina menangis keras. Kali ini Erina tidak menangis ketika digendong ayah ke luar. Malah sempat bermain dadagh dengan boneka kucing yang melambai-lambaikan tangannya. “Dadagh kucing”, kata Erina berpamitan.
Add comment Februari 2, 2009
Bermain di Kiddy Bandung Supermal
Masih dalam acara jalan-jalan di Bandung Supermal di hari Imlek 2009. Setelah bermain dan menikmati suasana Kota Fantasi, Erina diajak ibu untuk mandi bola. Maksud ibu adalah bermain di Kiddy, basement BSM. Beberapa bulan lalu, ayah ibu mengajak Erina bermain di tempat ini dan rupanya Erina tidak takut dan malah menikmatinya. Nah, ini adalah kali kedua Erina bermain di sini.
Karena Erina sudah semakin besar, Erina pun bisa mencoba beragam permainan yang ada. Ibu bergantian dengan ayah mendampingi Erina bermain. Lihat Erina bermain mobil-mobilan bersama ayah. Wah asik sekali ya …

:: Erina bermain mobil-mobilan di Kiddy Bandung Supermal ::
Erina juga mencoba permainan melewati rintangan. Erina suka sekali melewati rintangan ini. Erina pengen menjadi menwa seperti ibu kelak.

:: Erina melewati rintangan di Kiddy Bandung Supermal ::
Erina juga mencoba permainan seluncur. Wah .. seperti di playground komplek rumah Erina. Lihat Erina suka sekali berseluncur .. pokoknya tidak henti-henti sampai puas sekali ..

Setelah puas bermain di Kiddy, Erina beranjak meninggalkan Bandung Supermal. Tidak lupa Erina membeli donat kentang di depan Giant. Hem .. enak sekali lho.
Terima kasih dan salam hangat dari Erina ya .. Dadagh.
Add comment Januari 29, 2009


