Tour de Kawah Putih
Juli 2, 2006
Hari Minggu tanggal 2 Juli 2006, untuk kedua kalinya kami berkunjung ke tempat wisata Kawah Putih, sekitar 45 km dari Bandung ke arah selatan. Perjalanan kami melintasi daerah Kopo, Soreang, dan Ciwidey. Perjalanan kami memang tidak selancar perjalanan di kota-kota Jawa Tengah atau Jawa Timur, karena di beberapa titik menemukan kemacetan khususnya di Kopo dan Soreang. Namun hal ini tidak menciutkan keinginan kami untuk berwisata di Ciwidey yang memiliki tempat-tempat wisata seperti Kawah Putih, Bumi Perkemahan Rancaupas, Pemandian Air Panas Walini, Perkebunan Teh Rancabali, dan juga Situ Patengang. Perjalanan meninggalkan pusat keramaian Ciwidey, kami menikmati suasana pemandangan pegunungan di mana di kanan kiri jalan dapat kami jumpai kebun strawberry. Rupanya bayi kami yang masih dalam kandungan 6 bulan pengen mencicipi strawberry segar, dan kami pun menyempatkan diri untuk membeli satu pak strawberry segar.
Beberapa saat kemudian kami tiba di pintu gerbang Kawah Putih, dari sinilah kami memulai perjalanan 5 km mendaki menuju Kawah Putih. Perjalanan dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Kendaraan roda enam seperti bus mesti parkir di pelataran parkir pintu gerbang, dan penumpang dapat naik mobil pengangkut yang tersedia. Di tengah perjalanan kami berhenti untuk menyaksikan pemandangan nan jauh di sana. Ya, kami dapat melihat hamparan daerah Bandung selatan dari ketinggian di tempat kami berdiri. Setelah mengambil beberapa gambar, kami melanjutkan perjalanan menuju Kawah Putih.
Kami tidak asing lagi setibanya di pelataran parkir Kawah Putih yang diramaikan oleh kios-kios pedagang jagung bakar, jagung rebus, dan beraneka macam makanan dan minuman. Kami beristirahat sejenak sambil ngemil jagung bakar yang kami pesan dari pedagang setempat. Di sini juga banyak digelar dagangan strawberry dan juga berbagai asesoris topi dan slayer.
Sambil menikmati suasana pegunungan kami berjalan menuju kawah, wah .. rupanya saat kami datang ke sana kawah menunjukkan warna hijaunya, sedang tidak putih seperti pertama kali kami datang, atau sudah menghijau barangkali. Namun, kawah tetap menunjukkan keagungan Yang Mahakuasa. Ada cerita tidak ada satu pun burung yang berani menyeberangi kawah, konon ada seekor burung yang mencoba menyeberangi kawah namun jatuh dan mati. Jika Anda penasaran dan ingin tahu kebenarannya, silakan menyempatkan waktu berkunjung ke Kawah Putih ketika berlibur ke Bandung.
Entry Filed under: Ayo Bertamasya. .



Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed