Archive for Februari, 2009

Malam Minggu yang Panjang

Malam Minggu kali ini terasa cukup panjang bagi Erina. Sejak pukul 5 sore kurang, Erina sudah meninggalkan rumah untuk pergi ke dokter Sandjaja di Jalan Rajiman Bandung. Di sana Erina banyak bermain dan mendapatkan imunisasi Typhim Vi.

Dari dokter, Erina pergi ke Istana Plaza di Jalan Pasir Kaliki, yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari tempat Erina diimunisasi. Di Istana Plaza Erina banyak bermain di Bamby Land. Erina mencoba berbagai permainan yang disediakan di sana. Sebelum pulang, Erina masih mampir ke Gramedia di lantai teratas Istana Plaza untuk melihat-lihat buku.

Dari Istana Plaza, Erina pergi ke Pandu. Erina makan sate ayam favorit Erina di sana. Putar-putar di daerah Pandu, tempat tinggal dua tahun pertama Erina. Juga menyusuri jalan kenangan, yaitu Gang Pandu Dalam I, meski tidak bertemu dengan siapa pun di sana karena memang sudah malam.

Dari Pandu, Erina pun pulang. Karena jam masih menunjukkan pukul 20.15 ketika sampai di daerah Gasibu Bandung, ayah dan ibu mengajak belanja sedikit keperluan di Giant Supermarket di Pahlawan. Sebetulnya untuk memperpanjang waktu di jalan, supaya pas jam 9 malam sampai di rumah dan Erina telah tertidur sebelum sampai rumah. Setengah jam Erina di supermarket, naik troli sambil maem chiki balls.

Benar saja, mendekati rumah Erina pun sudah tertidur di atas motor. Selamat malam semuanya, Erina sudah capek sekali dan pengen bobo sampai besok pagi dan Erina akan ucapkan “Selamat pagi Hari Minggu”.

Add comment Februari 2, 2009

Maem Sate Ayam dan Bernostalgia di Pandu

Setelah bermain di Bamby Land Istana Plaza, Erina diajak ayah ibu mampir beli sate ayam Pandu favorit Erina ketika masih tinggal di Pandu. Wah .. rasanya sudah lama Erina tidak maem sate Pandu. Setelah menyisir jalan yang tidak asing yaitu Jalan Pamoyanan, jalan tembus dari Istana Plaza ke Pandu, kami pun mendapati warung sate yang ramai pengunjung.

Tidak lama setelah memesan, sate ayam yang masih panas pun datang. Wah .. sangat menggugah selera. Apalagi ini sate ayam yang menurut Erina paling maknyus di Bandung. Erina pun melahapnya dan sangat menikmati. Enak sekali. Karena warung sate penuh pengunjung, Erina pun memilih duduk di bawah pohon besar depan warung yaitu tempat Pak Jack jualan koran dan majalah pada siang hari.

Habis beberapa tusuk sate dan lontong Erina pun kenyang. Agenda berikutnya pulang dech. Sambil bernostalgia di daerah Pandu tempat Erin selama dua tahun pertama tinggal, Erina mampir depan pabrik air mineral. Erina pengen lihat gajah di atas gedung yang biasa Erina lihat ketika ayah menyuapi maem Erina setiap hari Minggu. “Gajah lagi apa dik Erin?”, tanya ayah. “Gajah gi bobo”, kata Erina mantap.

Kami pun menyusuri Gang Pandu Dalam I. Sepi sekali malam Minggu ini, padahal jam baru menunjukkan pukul 8 malam lho. Rumah Simbah Parman yang juga ditinggali Pakdhe Eri, Budhe Ida, dan Mas Irfan sepi sekali. Tadi sempat lihat Pakdhe Yana di gardu jaga.

Rumah berikutnya, yaitu rumah Tante Alis, Om Kris, dan Ci Keren terlihat juga sepi. Rumah Simbah Saliman juga sepi. Pak Ato, Pak Pung, dan Mba Tati sudah di dalam rumah. Erina seperti masih ingat rumah bercat hijau yang pernah ditinggali Erina dulu. Rumah Pakdhe dan Budhe RT sepi. Lewat depan Dik Carlos juga sepi. Erina sempat panggil panggil “Dik Ca’los …”. Rumah berikutnya adalah rumah Dik Kayla, sepi juga. Mungkin Opa Frans, Oma Titik, dan Tante Sisca sudah bobo ya. Rumah Oma Lydia juga sepi.

Di bagian bawah dari Gang Pandu Dalam, Erina juga tidak bertemu siapa-siapa. Erina sempat melihat Pak Sadiman sedang keluar rumah. Juga melihat Dik Aldi yang sedang menonton televisi bersama eyangnya, Pak Diran dan Bu Tatik.

Lain kali Erina akan maen lagi pada siang hari, supaya Erina bertemu dengan mereka-mereka lagi seperti dulu. Dadagh dulu Pandu, Erina mau pulang ke rumah Erina yang baru.

Add comment Februari 2, 2009

Bermain di Bamby Land Istana Plaza (IP) Bandung

Setelah mendapatkan imunisasi Typhim Vi di dokter Sandjaja, dan mumpung berada tidak jauh dari Istana Plaza, kami pun menyempatkan diri untuk jalan-jalan di Istana Plaza. Tempat yang kami tuju adalah arena bermain anak-anak, Bamby Land.

Berbekal pengalaman minggu lalu di Kota Fantasi Bandung Supermal di mana Erina sudah mulai berani bermain, kami pun berharap Erina mulai bisa menikmati permainan yang ada di Bamby Land. Sewaktu kami masih tinggal di Pandu, Erina sering kami ajak ke sana namun selalu takut untuk mencoba mainan yang ada.

Mendekati arena bermain Erina berteriak histeris, senang sekali melihat aneka permainan yang ada. Erina naik boneka kuda dan bimbi, naik kereta mini, naik kereta angsa, dan beberepa lagi yang lain. Erina paling suka naik kereta angsa, lebih dari lima kali start dech yang setiap startnya berputar 3 kali. Hem .. sayang ayah tidak membawa kamera, sehingga Erina tidak memiliki foto-fotonya.

Setelah cukup bermain, Erina mampir sebentar di Gramedia. Erina melihat-lihat buku di sana. Erina membuka-buka buku Dora sang petualang. Setelah dirasa cukup, Erina pun diajak ayah dan ibu meninggalkan Istana Plaza. Sebelum pulang, kami ingin mampir ke Pandu beli sate ayam favorit Erina ketika masih tinggal di Pandu. Dadagh Istana Plaza.

Add comment Februari 2, 2009

Erina Imunisasi Typhim Pi

Sabtu sore ini Erina bersama ayah dan ibu pergi ke praktek dokter Sandjaya di Jalan Rajiman Bandung untuk mendapatkan imunisasi Typa/Typhim Vi yaitu pencegahan terhadap penyakit Typhus dan paratyphus (Tipes perut). Sedianya, Erina dibawa ke dokter kemarin sore. Namun karena cuaca yang tidak mendukung, kami pun menundanya hingga terlaksana sore hari ini.

Tiba di dokter jam menunjukkan pukul 17.10. Panggilan terakhir adalah nomor 9, sementara Erina mendapat nomor antrian 25. Seperti setiap datang ke dokter, Erina selalu tertarik dengan aneka balon yang dijajakan di sana. “Balon .. balon ..”, Erina sambil menunjuk balon di ujung sana. Sepertinya Erina sudah mengoleksi hampir semua balon yang ada di sana dech. Akhirnya setelah merayu ibu pun, Erina mendapatkan satu balon boneka anak-anak. Jadi punya dua dech dengan yang ada di rumah.

Setelah menunggu beberapa lama di toko Kerota yang terletak di samping tempat praktek, Erina pun mendapat panggilan. Rupanya Erina sudah sangat hafal dengan tempat di mana Erina sering mendapatkan suntikan imunisasi. “Ga ga mau diuntik”, Erina mulai takut. Tidak beberapa lama di dalam ruang periksa, Erina pun menangis minta keluar.

Begitu dibaringkan di tempat tidur anak, tangisan menjadi sedikit mereda. Apalagi dokter mencoba untuk menghiburnya. Ketika dokter minta mulut dibuka “Ha .. coba”, Erina pun membuka mulutnya. Wah pinter dech Erina. Berlangsung cukup cepat, dokter pun sudah menyuntikkan imunisasi Typhim Vi.

Tidak seperti sebelum-sebelumnya ketika sehabis disuntik Erina menangis keras. Kali ini Erina tidak menangis ketika digendong ayah ke luar. Malah sempat bermain dadagh dengan boneka kucing yang melambai-lambaikan tangannya. “Dadagh kucing”, kata Erina berpamitan.

Tags:

Add comment Februari 2, 2009


On Twitter

Tulisan Terakhir

RSS Ayah Erin @ Wordpress

Blogroll

Top Posts

Komentar Terakhir

adityahartanto di Ibu Membelikan Erina Lemari un…
Nda di Ibu Membelikan Erina Lemari un…
Dwi di Erin Bergadang
Petrus Sungkono di Salam Sahabat
aditya di Tour de Taman Ganesha
aditya di Erin Bergadang
nisye di Erin Punya Rumah Baru
Daftar tempat wisata… di Tour de Taman Ganesha

Blog Stats

 

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Arsip

Meta

Flickr Photos

DSC_0256

DSC_0267

DSC_0285

More Photos

Halaman