Maem Sate Ayam dan Bernostalgia di Pandu
Februari 2, 2009
Setelah bermain di Bamby Land Istana Plaza, Erina diajak ayah ibu mampir beli sate ayam Pandu favorit Erina ketika masih tinggal di Pandu. Wah .. rasanya sudah lama Erina tidak maem sate Pandu. Setelah menyisir jalan yang tidak asing yaitu Jalan Pamoyanan, jalan tembus dari Istana Plaza ke Pandu, kami pun mendapati warung sate yang ramai pengunjung.
Tidak lama setelah memesan, sate ayam yang masih panas pun datang. Wah .. sangat menggugah selera. Apalagi ini sate ayam yang menurut Erina paling maknyus di Bandung. Erina pun melahapnya dan sangat menikmati. Enak sekali. Karena warung sate penuh pengunjung, Erina pun memilih duduk di bawah pohon besar depan warung yaitu tempat Pak Jack jualan koran dan majalah pada siang hari.
Habis beberapa tusuk sate dan lontong Erina pun kenyang. Agenda berikutnya pulang dech. Sambil bernostalgia di daerah Pandu tempat Erin selama dua tahun pertama tinggal, Erina mampir depan pabrik air mineral. Erina pengen lihat gajah di atas gedung yang biasa Erina lihat ketika ayah menyuapi maem Erina setiap hari Minggu. “Gajah lagi apa dik Erin?”, tanya ayah. “Gajah gi bobo”, kata Erina mantap.
Kami pun menyusuri Gang Pandu Dalam I. Sepi sekali malam Minggu ini, padahal jam baru menunjukkan pukul 8 malam lho. Rumah Simbah Parman yang juga ditinggali Pakdhe Eri, Budhe Ida, dan Mas Irfan sepi sekali. Tadi sempat lihat Pakdhe Yana di gardu jaga.
Rumah berikutnya, yaitu rumah Tante Alis, Om Kris, dan Ci Keren terlihat juga sepi. Rumah Simbah Saliman juga sepi. Pak Ato, Pak Pung, dan Mba Tati sudah di dalam rumah. Erina seperti masih ingat rumah bercat hijau yang pernah ditinggali Erina dulu. Rumah Pakdhe dan Budhe RT sepi. Lewat depan Dik Carlos juga sepi. Erina sempat panggil panggil “Dik Ca’los …”. Rumah berikutnya adalah rumah Dik Kayla, sepi juga. Mungkin Opa Frans, Oma Titik, dan Tante Sisca sudah bobo ya. Rumah Oma Lydia juga sepi.
Di bagian bawah dari Gang Pandu Dalam, Erina juga tidak bertemu siapa-siapa. Erina sempat melihat Pak Sadiman sedang keluar rumah. Juga melihat Dik Aldi yang sedang menonton televisi bersama eyangnya, Pak Diran dan Bu Tatik.
Lain kali Erina akan maen lagi pada siang hari, supaya Erina bertemu dengan mereka-mereka lagi seperti dulu. Dadagh dulu Pandu, Erina mau pulang ke rumah Erina yang baru.
Entry Filed under: Ayo Bertamasya. .



Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed